Type to search

Gaya Hidup Tips Trik

Lapor SPT Pajak Lebih Mudah dan Efisien Dengan E-Filling Pajak dan DJP Online

Mykredit.co.id – Membayar pajak merupakan kewajiban bagi setiap warga negara. Ya, seperti yang Anda tahu, pajak yang telah dibayarkan akan kembali ke masyarakat namun dalam bentuk pelayanan publik seperti pembangunan yang lebih merata. Namun, tidak sedikit orang yang merasa malas untuk melakukan kewajiban yang satu ini.

Nah, seiring dengan bertambahnya zaman, saat ini membayar pajak bukanlah hal yang sulit untuk Anda lakukan. Terlebih lagi, sekarang Anda bisa membayar pajak dengan cara online yang mana bisa Anda lakukan kapanpun dan dimanapun. Cara pembayaran atau pelaporan pajak yang satu ini pun bisa dibilang jauh lebih praktis dan efisien.

Saat ini, di dalam perpajakan ada yang disebut dengan E-Filling pajak dan DJP online. Nah, apa yang disebut dengan E-Filling pajak dan DJP online itu sendiri? E-Filling pajak merupakan suatu cara yang digunakan untuk melaporkan SPT pajak dengan cara elektronik ataupun online via website Direktorat Jenderal Pajak (DJP Online).

Lapor SPT Pajak Lebih Mudah dan Efisien Dengan E-Filling Pajak dan DJP Online

Sumber Gambar: Kembar.pro

Tentu saja, dengan memanfaatkan E-Filling pajak dan DJP online, Anda tak perlu repot-repot untuk pergi ke kantor pajak dan melakukan pelaporan SPT pajak yang Anda miliki. Ternyata tak hanya itu saja manfaat yang bisa Anda dapatkan dari E-Filling pajak dan DJP online ini.

Masih ada banyak lagi manfaat yang tentu saja sayang untuk Anda lewatkan. Nah, kiranya apa sajakah manfaat yang bisa Anda dapatkan lewat E-Filling pajak dan DJP online satu ini? Berikut pembahasannya untuk Anda.

  1. Anda bisa melakukan pelaporan pajak online kapanpun dan dimanapun. Tentu saja, cara yang satu ini jauh lebih praktis terutama bagi Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus laporan perpajakan di kantor pajak.
  2. Selain itu, Anda juga tidak perlu lagi antri di KPP sehingga menjadi lebih hemat waktu. Cara pelaporan pajak dengan menggunakan E-Filling pajak dan DJP online juga bisa dilakukan oleh siapa saja.
  3. Bukti laporan yang Anda dapatkan pun jauh lebih aman dan akan sangat mudah untuk diacak. Tak hanya itu saja, bahkan Anda juga tak perlu khawatir jika bukti laporan tersebut akan terselip ataupun hilang.

Adanya E-Filling pajak dan DJP online yang satu ini tentu saja bertujuan untuk mempermudah Anda dalam melakukan pelaporan pajak tanpa harus membuang banyak waktu. Tak hanya itu, saja, bahkan membuat laporan pajak secara online juga terbilang jauh lebih praktis untuk Anda gunakan.

Nah, tahukah Anda ternyata ada SPT yang wajib E-filling? Ya, beberapa SPT yang wajib untuk Anda laporkan tersebut kini tak lagi harus dilakukan secara manual. Artinya, Anda juga tak perlu repot-repot mengantarkan beberapa dokumen elektronik ke KPP. Nah, kiranya apa sajakah SPT yang wajib E-filling?

  1. SPT Tahunan Badan untuk PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang menerbitkan e-Faktur
  2. SPT Masa PPh pasal 21 / PPh Pasal 26
  3. SPT Masa PPN / PPnBM 111.

Selain SPT yang wajib menggunakan E-Filling, ternyata ada juga SPT yang tidak diwajibkan untuk menggunakan E-filling. Berikut adalah daftar SPT yang tidak wajib menggunakan E-Filling pajak dan DJP online.

  1. PPN Jasa Luar Negeri
  2. PPN Impor Barang Luar Negeri
  3. PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri
  4. SPT Masa PPN / PPnBM nihil
  5. SPT MAsa PPh 26 nihil
  6. SPT Masa PPh 21 nihil
  7. SPT Masa PPh 25 kurang bayar
  8. SPT Masa PPh 25 nihil

Nah, untuk ketentuan tidak wajib lapor dari SPT tersebut dengan menggunakan E-Filling pajak dan DJP online ini berlaku sejak digunakannya PMK Nomor 9/PMK.03/2018 mengenai SPT yang diundangkan pada tanggal 26 Januari 2018.

Untuk melakukan pelaporan pajak yang satu ini, tentu Anda harus menggunakan aplikasi E-Filling resmi yang telah ditetapkan oleh DJP. Apa sajakah aplikasi yang E-Filling resmi dan diakui DJP yang bisa Anda gunakan?

  1. Aplikasi E-Filling OnlinePajak yang merupakan website penyalur SPT elektronik.
  2. Sebuah jaringan komunikasi data yang mana terhubung secara khusus antara Wajib Pajak dengan DJP itu sendiri.
  3. Website Direktoral Jenderal Pajak (DJP)
  4. Saluran suara digital yang telah ditetapkan oleh DJP untuk Wajib Pajak tertentu.
  5. Serta saluran lainnya yang telah ditetapkan oleh DJP.

Itulah kelima aplikasi yang kiranya bisa Anda gunakan untuk melakukan pelaporan SPT pajak yang Anda miliki. Namun, sebelum Anda menggunakan aplikasi E-Filling pajak, Anda juga harus memastikan bahwa aplikasi yang Anda gunakan telah memenuhi beberapa persyaratan di bawah ini:

  1. Mempunyai Fitur Import Data, Nampaknya tidak semua aplikasi E-Filling pajak dan DJP online dilengkapi dengan fitur import data. Fitur yang satu ini tentu saja sangat penting untuk Anda gunakan. Dimana, fitur tersebut nantinya dapat membantu Anda untuk memindahkan dari e-SPT, aplikasi akuntansi /SDM (Human Resources) serta sistem yang Anda miliki. Jadi, Anda tak perlu repot-repot untuk memasukkan data berulang-ulang ke beberapa aplikasi.
  2. Dapat Digunakan untuk Melaporkan Berbagai Jenis Pajak dengan Berbagai Status Pembayaran. Pastikan juga bahwa saluran yang Anda pilih dapat digunakan untuk mengakomodasi semua kebutuhan lapor pajak online. Hal ini karena tidak semua aplikasi yang ada dapat digunakan untuk melaporkan semua jenis pajak dengan berbagai macam sistem pembayaran. Saat ini, hanya aplikasi E-Filling Online Pajak sajalah yang telah dilengkapi fitur untuk membantu Anda melaporkan berbagai macam jenis pajak dan cara pembayarannya.
  3. Terintegrasi, Menggunakan aplikasi yang terintegrasi akan sangat membantu Anda untuk merampungkan semua administrasi pajak tanpa harus menggunakan aplikasi yang terpisah-pisah. Oleh karena itu, gunakanla aplikasi yang terintegrasi mulai dari setor, membuat ID Billing, hitung sampai E-Filling pajak.
  4. Aplikasi yang Berbasis Web, Jika Anda menggunakan aplikasi E-Filling pajak dan DJP online yang berbasis web, hal ini akan sangat membantu Anda untuk menyimpan bukti lapor (BPE) secara online dan sangat aman. Selain itu, Anda juga lebih mudah untuk mencari BPE ini.
  5. Saluran Resmi dari DJP, Pastikan pula bahwa aplikasi yang Anda gunakan merupakan saluran yang telah diterapkan secara resmi oleh oleh DJP agar dapat dijadikan sebagai bukti lapor ataupun Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) yang sah.

Apabila Anda menggunakan penyedia jasa aplikasi (Application Service Provider/ASP) maka, periksalah dengan teliti Surat Keputusan penunjukan ASP oleh DJP itu sendiri yang umumnya sudah terlampir pada sebuah website.

Memiliki sebuah aplikasi E-Filling pajak dan DJP online tentu saja tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Selain membantu Anda mendapatkan hasil laporan pajak yang asli, hal ini juga akan membantu Anda untuk melakukan pelaporan dengan lebih efisien tanpa harus mengirim berkas berulang kali ke beberapa aplikasi ataupun menggunakan aplikasi yang berbeda-beda.

Nah, adanya E-Filling pajak dan DJP online saat ini tentu saja bukan menjadi alasan bagi Anda untuk tidak melaporkan pajak yang Anda miliki. Jadilah warga negara yang baik dengan melaporkan semua kekayaan dan penghasilan yang Anda dapatkan.

Leave a Comment