Type to search

General

Yuk Cari Tahu Seluk Beluk Reksadana Syariah Sebelum Berkecimpung di Dalamnya

Mykredit.co.id – Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak sedunia. Sehingga, Indonesia menjadi target pasar yang potensial untuk produk yang berbasis syari’ah. Di negara ini, animo masyarakat terhadap perbankan syariah sangat tinggi. indikator utamanya adalah semakin marak produk investasi syariah.

Salah satu yang paling digandrungi adalah Reksadana Syariah. Apa itu Reksadana Syariah?

Salah satu produk investasi ini merupakan jenis investasi yang keseluruhan prosesnya memenuhi syarat halal. Istilah-istilah yang sering digunakan adalah rabb al-mal atau shabib al-mal sebagai pemilik modal yang akan menyetorkan dana. Kemudian akan dikelola oleh wakil pemilik modal.

Reksadana Syariah memang tengah berkembang dengan cepat. Ada banyak keuntungan yang bisa dipetik oleh masyarakat. Nah, untuk itu, mari bahas seluk beluknya pada ulasan berikut:

Keuntungan Reksadana Syariah

Sebagian orang yang sudah hidup mapan dalam ekonomi, investasi adalah rencana jangka panjang yang cukup jitu untuk menjaga portofolio aset. Reksadana merupakan pilihan yang tepat. Salah satu jenis investasi ini memiliki beberapa keunggulan. Sehingga, Reksadana Syariah patut untuk diperhitungkan:

1. Mudah dan Keamanan Terjamin

Tak jauh beda dengan reksadana lain, Reksadana Syariah juga bisa dibeli melalui APERD atau agen penjual reksadana. Besaran awal yang bisa Anda beli adalah senilai 100 ribu rupiah. Nah, Reksadana Syariah lebih mudah karena bisa dibeli secara online.

Tidak hanya mudah, Reksadana Syariah juga cukup aman. sebab, dana yang digelontorkan akan dikelola oleh manajer investasi sebagai orang yang paham tentang keuangan. Dengan begitu, uang Anda bisa diputar dengan baik. Anda juga tidak perlu merasa khawatir, dana tidak akan hilang karena disimpan pada Bank Custodian.

2. Murah dan Likuid

Reksadana Syariah bisa dimulai dengan modal awal yang cukup rendah. Hanya dengan 100 ribu rupiah saja, Anda bisa membeli reksadana awal di agen penjual reksadana. Selain itu, Reksadana Syariah juga sifatnya likuid atau bisa dicairkan kapan saja.

3. Keuntungan Jangka Panjang

Reksadana Syariah memiliki jangka waktu lebih dari 5 tahun, sehingga bisa digolongkan pada investasi jangka panjang. Dengan begitu, pertumbuhannya bisa diandalkan untuk kebutuhan yang perlu ditutup dengan jumlah uang yang besar. misalnya, pendidikan anak, membeli properti, ataupun kendaraan pribadi.

Investasi melalui Reksadana Syariah tergolong aman untuk menjadi rencana keuangan di masa depan.

4. Berinvestasi Sekaligus Beramal

Fitur cleansing dalam Reksadana Syariah dapat membersihkan reksadana dari pendapatan yang tidak sesuai dengan prinsip syariah. Dana tersebut akan digunakan untuk tujuan beramal. Nah, sambil berinvestasi, investor bisa berinvestasi sekaligus beramal.

5. Tidak Perlu Investasi Setiap Bulan

Anggapan yang keliru jika Anda menilai reksadana diwajibkan setiap bulan. Tidak ada kewajiban seperti itu. sebab, berbeda dengan produk asuransi dan unit link.

6. Resiko yang Mungkin Terjadi Lebih Rendah

Resiko yang lebih rendah akibat adanya pembatasan total utang yang tidak boleh melebihi aset. Dengan total utang yang kecil, besar kemungkinan bagi perusahaan menjadi cukup sehat. Sehingga saham yang ditanam akan menghasilkan return yang baik.

Untuk itu, Reksadana Syariah berfokus pada saham sektor properti, komoditas, infrastruktur, manufaktur, dan perdagangan. Perputaran laba pada perusahaan tersebut cenderung lebih stabil. Resiko gagal bayar utang pun lebih kecil.

7. Terbuka Untuk Semua Orang

Meskipun berlabel syariah, investasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat muslim saja. investasi ini terbuka untuk semua orang. Jika calon investor sudah paham dengan resiko dan return-nya, siapapun boleh membuat akun dan membeli produk Reksadana Syariah.

Ciri-Ciri Reksadana Syariah

Sebelum memulai Reksadana Syariah, Anda harus mampu membedakannya dengan reksadana konvensional. Berikut ciri-ciri Reksadana Syariah yang perlu Anda ketahui:

  • Tercantum Dalam DES (Daftar Efek Syariah)

Reksadana Syariah dikeluarkan langsung oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan melalui DES atau Daftar Efek Syariah. Dalam DES, tercantum jenis dan nama perusahaan yang bisa memperjualbelikan Reksadana Syariah. Dengan begitu, pemasukan yang diterima pemilik modal bisa dipertanggungjawabkan perihal kehalalannya. Sebab, perputaran uang hanya ada di lingkup perusahaan yang telah melalui verifikasi DPS.

  • Diawasi Oleh OJK dan DPS

Bukan hanya diawasi oleh OJK saja, akan tetapi Reksadana Syariah juga diawasi oleh DPS. DPS merupakan Dewan Pengawas Syariah yang terdiri dari sekumpulan orang yang bertugas melakukan pengawasan tentang beragam hal terkait investasi syariah. Hal ini menyangkut kehalalan dan sebagainya.

  • Adanya Proses Cleansing

Proses cleansing akan membawa visi besar syariah. Proses cleansing yang dimaksud adalah proses pembersihan dari hal yang mengganggu status kehalalan uang investasi. Disitulah DPS berperan. Dari proses ini, sebagian uang tidak langsung masuk ke pemilik modal. Terlebih dahulu uang akan diarahkan pada hal yang bersifat amal.

Dalam berinvestasi, tentu keinginan pemilik modal adalah mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Namun, aspek kehalalannya tentu harus dijadikan pijakan mutlaknya. Mekanisme proses cleansing dapat menjaga produk dari unsur riba.

Riba tersebut muncul di saat dana hasil investasi mengendap di Bank Custodian. Produk tersebut berupa giro selama beberapa waktu. Hal tersebutlah yang menjadi fokus dalam proses cleansing agar tidak masuk dalam dana yang diterima pemilik modal.

Jenis-Jenis Reksadana Syariah

Ada beberapa jenis Reksadana Syariah yang bisa Anda pilih untuk mulai berinvestasi. Diantaranya:

  1. Pasar uang (Money Market)
  2. Pendapatan tetap (Fixed Income)
  3. Campuran (Balanced)
  4. Saham (Equity)

Anda bisa memilih salah satunya berdasarkan tingkat keuntungan atau return. Selain itu, Anda akan memilihnya sesuai dengan alokasi waktu yang akan Anda tentukan.

Tips Memilih Alokasi Waktu yang Tepat Untuk Reksadana Syariah

Hal penting yang harus dipahami oleh investor adalah menentukan rentang waktu yang paling tepat. Sebab, saat mengeluarkan uang untuk investasi, tidak bisa ditarik begitu saja. Rentang waktu tersebut merupakan saat uang harus berputar. Proses ini dilakukan oleh manajer investasi, sehingga pemilik modal tidak perlu terjun langsung untuk mengawasi kondisi pasar.

Tugas seorang investor yang paling utama adalah memilih rentang waktunya. Anda harus memilih sesuai dengan rencana keuangan dan kebutuhan. Panduannya adalah sebagai berikut:

  • Jika Anda menginginkan investasi jangka pendek di bawah 1 tahun reksadana pasar uang syariah merupakan pilihan investasi yang pas. Pada rentang periode yang singkat, uang Anda tetap berputar dengan cara yang halal.
  • Bagi yang menginginkan jangka waktu 1 – 3 tahun, sebaiknya memilih jenis reksadana pendapatan syariah. Pada jangka menengah, modal akan berputar dalam jangka waktu yang cukup.
  • Jika pemodal yang cukup besar, pilihan jangka pendek dan menengah rasanya kurang sesuai. Sebaiknya, Anda memilih reksadana campuran syariah.
  • Jika Anda ingin menjaga portofolio aset, pilihlah reksadana saham syariah. Investasi tersebut dapat memungkinkan modal berputar lebih dari 5 tahun.

Nah, tujuan utama dari investasi adalah meningkatkan nilai aset yang dimiliki. Reksadana Syariah dapat menjamin terpenuhinya nilai syariah yang aman serta halal. Meski begitu, resiko kerugian bisa muncul akibat perubahan sosio politik negara, keterlambatan pencairan, dan manajer investasi yang melakukan wanprestasi.

Anda harus memahami itu sebagai calon investor yang baik. pastikan modal tersebut merupakan uang yang aman dan tidak mengganggu ekonomi keluarga. Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Leave a Comment